Jilbab dan hijab sebenarnya berbeda, tapi keduanya kini dianggap sama. Apa beda hijab dengan jilbab yang digunakan untuk menutup aurat perempuan? Lalu sebenarnya bagaimana sih cara menutup aurat yang sesuai syariat Islam?Menjawab pertanyaan ini, pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, Bekasi, Jawa Barat Hj Badriyah Fayumi, MA, mengajak untuk melihat dulu bagaimana penggunaan dua kata ini, yaitu jilbab dan hijab, dalam Alquran sebagai sumber utama hukum Islam.

Jilbab ada dalam Surat Al-Ahzab ayat 59. Para mufassir memaknai jilbab dengan banyak makna. Ada yang memakai jilbab sebagai pakaian luar, kemudian menggunakan pakaian lagi yang menutup seluruh tubuh, ada yang sampai menutupi semuanya, hingga hanya terlihat matanya. Ada juga yang memaknai jilbab sebagai seperti khimar atau kerudung. Selain itu, ada yang memaknai jilbab itu izar, seperti sarung, yakni pakaian luar yang menutupi, di dalamnya sudah pakai baju tertutup, kemudian ditutup lagi. Inilah makna-makna jilbab antara lain yang terdapat dalam kitab-kitab tafsir, menafsirkan Surat Al-Ahzab ayat 59.Hijab Hijab dalam Alquran selalu digunakan dalam konsep pembatas ruang. Maka hijab dimaknai sebagai pembatas antara ahli surga dan ahli neraka. Jadi, kalau kita lihat dalam Alquran, hijab itu merupakan pembatas atau pembeda ruang antara laki-laki dan perempuan. JilbabSementara itu, jilbab itu adalah pakaian luar tertutup, ada juga yang kemudian memaknainya seperti sarung, ada juga yang memaknai seperti penutup kepala, dan ada juga yang memaknainya menutupi seluruh tubuh.Dengan melihat makna asli dari jilbab dan hijab, sebagaimana disebutkan dalam Alquran dan kemudian ditafsirkan oleh para ulama, kita bisa mengatakan bahwa hijab dan jilbab adalah dua konsep yang berbeda.Namun saat ini, secara sosiologis, secara realitas, kita menganggap ini dua hal yang sama. Kemudian ada pertanyaan muncul, bagaimanakah batasan berhijab yang benar menurut syariat? Menjawab pertanyaan ini, kita tentu saja kembali pada Alquran dan hadis serta akwalatau pendapat para ulama. Dalam Alquran, batasan berpakaian muslimah dalam Surat An-Nur disebutkan di situ, yaitu dengan mengenakan kerudung yang menutupi hingga ke dada. Dalam hadis yang menjelaskan dialog Rasulullah SAW dengan Asma’ binti Abu Bakar disebutkan bahwa tidak patut ketika seorang muslimah sudah balig maka terlihat kecuali wajah dan dua telapak tangannya.Dari hadis ini kemudian juga dimaknai bahwa pakaian syar’i tidak boleh ketat dan tidak boleh transparan. Dan ketika kita merujuk lagi pada ayat-ayat mengenai pakaian dalam Alquran, dalam hal ini Surat Al-A’raf ayat 26 dan Al-A’raf ayat 31, kita akan mendapati kembali batasan berpakaian menurut syariat.

Berhijab yang sesuai dengan ketentuan syariat yaitu, ketika kita beribadah, gunakan pakaian yang baik, tapi jangan sampai berlebihan. Dan pakaian yang terbaik, yang substantif, sesungguhnya adalah pakaian takwa. Kemudian dalam hadis Nabi juga disebutkan:“Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan tanpa kesombongan.” (Riwayat Ahmad dan Abu Dawud. Imam Bukhari meriwayatkan hadits secara ta’liq)Jadi, dengan demikian, kalau kita simpulkan sesuai dengan ketentuan syariat: 1. Menutup aurat
2. Tidak ketat
3. Tidak transparan
4. Tidak berlebihan
5. Tidak menunjukkan kesombongan. Lebih dari itu, yang menjadi hakikat dari itu semua adalah, pakaian tersebut mengantarkan pada ketakwaan.

Kini tampil nyaman saat berkerudung sudah semakin mudah saja. Selain banyaknya jenis pilihan hijab dan pashmina yang ada, kini wanita muslimah tidak perlu khawatir lagi dengan terlihatnya helai rambut atau kerudungnya tidak rapi, hal ini karena saat ini telah tersedia fashion items bernama inner atau lebih kita kenal dengan ciput. Inner atau dalaman hijab atau lebih kita kenal dengan ciput dipercaya dapat membantu para hijabers tampil nyaman dan menjaga hijab-nya tetap rapi sepanjang hari. Model dan bahan dari ciput kini kian beragam, dapat menyesuaikan dengan kebutuhan para pemakainya. Jika dulu, ciput biasanya dibuat dengan bahan campuran katun dan elastane, seiring perkembangan tren hijab, material ciput kini memiliki kombinasi bahan brukat atau lace, elastane, jersey, lycra, katun, poliester, hingga material rajut. Soal model dan warna ciput jilbab juga semakin beraneka ragam, pemakai bisa memilih ciput mana yang sesuai dengan kebutuhan dan style hijabnya. Model-model ciput yang hadir antara lain ciput bandana, model ciput simpel yang bagian dahi dan menjaga rambut tetap rapi. Ada juga ciput bandana tali, jenis dalaman yang satu ini memiliki detail tali pada bagian belakang, sehingga bisa menyesuaikan dengan ukuran kepala. Selain itu juga ada ciput two-tone yang memiliki dua pilihan warna yang menyesuaikan dengan warna hijab dan jenis ciput turban yang mempunyai aksen ujung kerut atau payet. Model ciput lain yang tidak kalah penting untuk kamu miliki adalah ciput ninja antem, ciput ini menutupi seluruh bagian kepala hingga leher dan bisa menyamarkan bentuk pipi yang ‘chubby’. Selanjutnya ada ciput dengan pet yang dilengkapi detail pad agar hijab tetap berebentuk sempurna. Kemudian ada ciput dengan cepol dan ciput silang. Terakhir ada ciput bandana rajut yang biasa disebut ciput anting pusing, disebut ciput anti pusing karena didesain dengan material yang sangat ringan dan nyaman dikenakan.apalagi ditambah dengan hijab yang cantik akan menambah penampilan mu lebih cantik.

BACA SELENGKAPNYA
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai